Thursday, April 25, 2013

Kesaksian Pertobatan Muallaf Nasir Siddiq

Share

Seorang keturunan Abu Bakar Siddiq (Khalifah Islam pertama) menderita penyakit cacar ganas, divonis dokter mati dalam satu hari tetapi Dr. Nasir Siddiq dikunjungi dan disembuhkan dengan ajaib oleh Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus) dan bertobat menjadi pengikut Yesus Kristus. Bagaimana kesaksiannya, setelah dibangkitkan dari “Kematian di tempat penyimpanan mayat.” berikut hasil wawancaranya dengan Sid Roth dari TV Kristen: “It’s Supernatural”.

Cacar ganas
ROTH  :  Selamat datang di dunia saya di mana itu secara alamiah supranatural. Saya bersama orang yang sangat menarik. Leluhurnya adalah teman terbaik dari Muhammad, dan dia adalah khalifah pertama dari seluruh dunia Islam. Apakah itu benar, Nasir Siddiq?
NASIR  :  Benar, Sid.

ROTH  :  Itu adalah silsilah yang cukup untuk Anda miliki.
NASIR  :  Ya. Itulah mengapa nama tersebut “Siddiq” adalah identik dengan Abu Bakar Siddiq, Khalifah pertama dari bangsa Muslim.

ROTH  :  Jadi ingin tahu, tentunya sebagian besar Muslim akan mengenali nama terakhir Anda?
NASIR  :  Absolutely. Jika saya pergi ke Timur Tengah mereka akan segera mengenali Nasir Siddiq. Dia keluarga dari para Siddiq.

ROTH  :  Dan berbicara tentang keluarga, Nasir datang dari keluarga yang sangat makmur. Tapi dia sendiri tidak begitu buruk. Saat berusia 35, dia adalah seorang jutawan. Dia memiliki semua mobil dan rumah terbaik, semuanya Hollywood berkata akan membuat Anda bahagia. Tapi Anda tahu? Ia mengidap penyakit yang mematikan. Ceritakan tentang itu, Nasir.

NASIR  :  Saya menjadi sangat sakit. Dan itu dimulai dengan blisters (kulit yang bergelembung dan menggandung cairan seperti cacar air) di sisi leher saya, dan pagi hari, telah berkembang menjadi seukuran setengah inci [1 inci= 2,54 cm].

ROTH  :  Ini tidak seharusnya terjadi pada Anda. Tapi tentu saja, Anda bekerja sekitar 18 jam sehari. Sehingga sistim kekebalan tubuhmu terobek turun, minus nol.

NASIR  :  Mereka bergegas membawa saya ke rumah sakit. Saya telah melewati dua kali malam itu. Mereka bergegas membawa saya ke rumah sakit, Rumah Sakit Umum Toronto, di Toronto, Kanada, di bagian gawat darurat. Mereka mendiagnosa itu sebagai kasus yang lebih buruk dari shingles (herpes zoster) yang pernah tercatat dalam sejarah. Saya di dalam kesakitan yang sangat sehingga …

ROTH  :  Tapi tunggu sebentar. Saya pernah punya shingles, dan saya sakit, tapi aku tidak dapat mati oleh karena itu.

NASIR  :  Yang satu ini ada dari atas kepala saya terus turun sepanjang sisi wajahku, telinga ini, leher ini, bahu ini. Mereka mengirim saya ke rumah sakit. Keesokan paginya, telinga ini menyentuh bahu ini. Rasanya seperti balon. Aku tampak seperti penderita kusta, cacat pada sisi ini. Dan sistem kekebalan tubuh saya tidak melawan.

ROTH  :  Sekarang Anda memiliki gambaran itu. Akahkah Anda menunjukkan itu kepada kami?

NASIR  :  Ya, absolutely. Ini adalah apa yang saya telah nampak seperti di kamar rumah sakit. Melepuh – seukuran satu inci, cacar air, suhu 107,6 F (41,6 C), dan kerusakan otak. Dalam kondisi dengan hipertermia, mereka meninggalkan aku mati.

ROTH  :  Nah para dokter benar-benar datang ke rumah sakit, berdiri di atas tempat tidur Anda.

NASIR  :  Ya.

ROTH  :  Mereka pikir kamu koma, Anda sedang tidur.

NASIR  : Ya.

ROTH  :  Apa yang Anda dengar mereka katakan?

NASIR  :  Mereka memeriksa saya dan mereka berkata, “Sistem kekebalan tubuhnya telah berhenti. Ini menyebar ke seluruh tubuhnya kita tidak bisa melakukan apa-apa tentang hipertermia karena otak telah termasak sendiri.” Dan mereka bilang aku mungkin akan mati besok pagi. Bahkan, Anita, mereka membawanya keluar dari ruangan setelah itu dan menjelaskan kepadanya bahwa, jika saya tetap hidup…

ROTH  :  Ini adalah seseorang yang bekerja dengan Anda.

NASIR  :  Ya. Saya akan buta, telingaku tuli, ada kerusakan otak. Sisi wajah (kanan) akan lumpuh. Dan jika saya hidup, saya akan lumpuh, tapi mungkin aku akan mati besok pagi.

ROTH  :  Oke. Anda mendengar laporan mengerikan ini. Anda seorang Islam (Muslim).
NASIR  :  Ya.

ROTH  :  Apa yang seorang Islam pikir ketika ia mendapat hukuman mati seperti itu?

NASIR  :  Allah bukanlah penyembuh. Mohammed bukan penyembuh. Jadi kami tidak berpaling kepada Allah untuk menyembuhkan kami. Kami berasumsi bahwa kami akan mati. Namun saya takut mati, Sid. Aku ketakutan akan kematian.

ROTH  :  Mengapa?

NASIR  :  Saya tidak tahu apa yang di sisi lain, tapi saya takut itu. Dan orang-orang yang kepada siapa saya telah beriman, kepercayaan saya pada para dokter, dan mereka telah menyerah. Apa yang Anda lakukan ketika orang-orang yang Anda tahu percaya Anda telah menyerah dan meninggalkan Anda untuk mati? Dalam ketakutan, saya menjerit. Saya berkata, “Elohim (God/ Allah), jika Engkau nyata, jangan biarkan saya mati.” Itulah yang saya jeritkan. Muhammad tidak datang. Allah (deity orang Islam) tidak datang. Tapi malam itu di kamar itu, muncul sebuah sosok di ujung tempat tidur. Dan orang ini …

ROTH  :  Tunggu sebentar. Apakah Anda pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya supranatural dalam seluruh hidup Anda?

NASIR  :  Tidak, tidak pernah.

ROTH  :  (Itu adalah) waktu pertama Anda.

NASIR  :  Ya.

ROTH  :  Oke. Sekarang ada sosok ini …

NASIR  :  Ya.

ROTH  :  … dan Anda takut?

NASIR  :  Tidak

ROTH  :  Apa yang terjadi?

NASIR  :  Tidak, tidak sama sekali. Saya tidak takut sama sekali. Di tengah malam itu saya lihat sosok ini di ujung tempat tidur, dan itu adalah sosok dari seseorang dengan cahaya memancar. Saya tidak bisa memberitahu Anda bagaimana bentuk wajahnya. Dari semua yang saya dapat lihat seorang pribadi dengan cahaya. Sekarang saya tahu itu adalah Yeshua (Yesus). Orang-orang ini [para dokter] datang kepada saya dan mereka berkata, “Tapi Anda seorang Islam. Orang Islam tidak mengenal Yeshua.” Oh ya mereka kenal. Jika Anda membaca Kuran, Yeshua [dikenal orang Islam dengan nama Isa] disebut berkali-kali sebagai orang baik, sebagai penyembuh, sebagai nabi. Bahkan kelahirannya disebutkan dan bahwa ia telah menyembuhkan orang-orang.

ROTH  :  Tetapi hal terutama yang saya mengerti tentang Islam, mereka mengatakan bahwa Elohim (God/ Allah) tidak memiliki putra.

NASIR  :  Itu tepat sekali.

ROTH  :  Maksudku, lihat di masjid. Mereka memiliki [keyakinan dan menulis] itu di atas [gedung mesjid] di Yerusalem.

NASIR  :  Itu benar, ia (allah) tidak memiliki putra. Nah pribadi ini yang muncul ini mengatakan dua hal: ” Akulah Elohim (God/ Allah) orang-orang Kristen, dan Akulah Elohim (God/ Allah) Abraham, Ishak, dan Yakub.”

ROTH  :  Tunggu sebentar. Sebagai seorang Islam, tidakkah itu ”Abraham, Ismael, dan Yakub?”

NASIR  :  Ismail seharusnya yang pertama lahir, bukan Ishak. Tapi bukan itu yang Orang ini katakan. Abraham, “Ishak.” Jadi bagi saya, itu berarti sangat banyak. Bahkan lebih mengejutkan adalah bahwa keesokan paginya, dokter-dokter yang sama masuk dan mereka mengatakan, “Kami tidak mengerti apa yang telah terjadi. Ini adalah sebuah keajaiban. Itu telah pergi ke remisi (masa krisis telah berakhir).” Sebagai ganti dari menyebar, mereka mulai berkurang.

ROTH  :  Ketika mereka berkata itu kepada Anda, apa yang Anda pikirkan?

NASIR  :  Saya berkata, Dengar, saya tidak tahu bagaimana bercerita kepada Anda, tetapi ada seseorang …

ROTH  :  Apakah Anda memberitahu mereka? Anda mengatakan kepada mereka!

NASIR  :  Ya,

ROTH  :  Dan mereka akan menempatkan Anda di bangsal jiwa!
NASIR  :  Saya mengatakan kepada mereka, “Telah ada Yeshua di sini dan Dia telah menyembuhkan saya.”

ROTH  :  (Jika) seorang Islam mengatakan itu. Mereka (masyarakat Islam) akan mengusir dia pergi.

NASIR  :  Mereka tidak percaya padaku. Dan itu menjadi sebuah test case di kota Toronto, “Mengapa orang ini hidup?” Nyatanya, mereka mengatakan itu telah mencapai pemulihan begitu besar, Anda bisa pulang sekarang. Dan saya berkata, “Tidak, saya tidak ingin pulang.” Itu adalah (tempat) keamanan saya. Ruangan kecil itu keamanan saya.

ROTH  :  Anda ingin orang itu (Yeshua) datang kembali.

NASIR  :  Ya, absolutely. Mereka merilis saya keesokan harinya. Sekarang masalahnya adalah bahwa meskipun masa krisis telah pergi, kepala saya masih tampak belum berbentuk. Dan ketika saya akan berjalan menyusuri jalan, orang akan menyeberang ke sisi lain. Mereka tidak tahu apa yang salah dengan saya.

ROTH  :  Tapi apa yang Anda lakukan dengan Orang ini yang berkata, “Akulah Elohim Abraham, Ishak, dan Yakub” ? Ishak! Yitzhak!

NASIR  :  Aku tahu. Ini seperti, tunggu sebentar. Ini tidak masuk akal. Apakah ini Yeshua yang muncul di kamarku? Apakah dia seorang nabi sebagaimana orang-orang Islam telah mengajar saya sepanjang hidup saya, atau dia adalah Putra Elohim (God/ Allah) sebagaimana para orang Kristen berpikir?

ROTH  :  Tahan pikiran itu. Mari kita cari tahu bagaimana Elohim menunjukkan secara supranatural kepada Nasir bahwa dia adalah Putra Elohim. Yeshua (Yesus/ Isa) adalah Putra Elohim (Allah). Dia adalah Elohim Abraham, Ishak, dan Yakub. Jangan pergi. Ini menakjubkan.

ROTH  :  (Berbicara ke pemirsa) Halo. Sid Roth di sini dengan Nasir Siddiq dan Nasir adalah seorang muslim. Dia secara harfiah sekarat, kasus terburuk dari shingles (herpes zoster) yang rumah sakit yang pernah temukan. Dan seorang pria masuk secara intuitif. Dia hanya tahu bahwa itu adalah Yeshua, dan dia memancarkan kasih, cahaya yang kesembuhan mulai dalam tubuh Nasir. Para dokter tidak memahaminya. Mereka membebaskannya. Dia tidak sepenuhnya sembuh, tapi dia menuju dari tanpa harapan kepada ada mampu untuk meninggalkan rumah sakit. Tapi ia punya masalah karena orang yang mengunjungi dia, Yeshua, berkata, “Akulah Elohim (God/ Allah) Abraham, Ishak, dan Yakub.” Dan jika ia tahu satu hal, satu hal ia tahu, Elohim (Allah) tidak memiliki anak. Tapi itulah apa yang dia katakan. (Bicara kepada Nasir:) Jadi apa yang Anda lakukan tentang itu?

NASIR  :  Saya punya pertanyaan yang menyala-nyala. Apakah Yeshua benar-benar Putra Elohim? Dan saya tiba di rumah hari itu, hari dimana saya dibebaskan dari rumah sakit. Keesokan paginya, aku bangun pukul 06:00. Aku tidak tahu mengapa aku terbangun pukul enam. Menyalakan televisi. Ada dua laki-laki di situ, berbicara tentang pertanyaan itu. Dan di layar itu tertulis, “Is Jesus the Son of God?” (Apakah Yeshua Putra Elohim?”).

ROTH  :  Wau!.

NASIR  :  Kebetulan? Saya tidak berpikir begitu. Itu adalah pertanyaan yang kuat yang ada di hati saya. Dan mereka berbicara bergantian. Dan mereka berbicara tentang bagaimana Elohim mengutus Putra-Nya untuk mati di kayu salib bagi dosa-dosa kita, karena kasih-Nya terhadap kita.

ROTH  :  Sebagai seorang Islam (Muslim), apa artinya ini bagi Anda? Ini sangat aneh.

NASIR  :  Sebagai seorang Islam, saya diajarkan sepanjang hidup saya untuk tahu bahwa Anda pergi ke Surga; perbuatan baik Anda harus bekerja melebihi perbuatan dosa/ kesalahan Anda. Dan itu hanya melalui perbuatan, satu-satunya pengecualian dari itu adalah dalam Islam disebut Jihad. Jihad adalah ketika Anda mati untuk pembenaran Anda. Anda mati untuk elohim (ilah) Anda. Dan di sini saya mendengar dua orang pria berbicara tentang tidak mati demi Elohim Anda, tetapi Elohimmu (God / Allah) mati untuk Anda. Saya belum pernah mengalami kasih semacam itu dalam hidup saya. Dan saya berkata benarkah demikian? Benarkah demikian bahwa Elohim, BAPA, mengutus Yeshua, Putra-Nya itu, untuk membayar harga dosa-dosa saya, atas segala sesuatu kesalahan yang telah saya lakukan? Ini semua baru bagi saya. Tapi itu menarik. Dan orang-orang ini berbicara bergantian, ya, Yeshua adalah Putra Elohim, dan ya, itu di dokumentasikan bahwa Dia hidup di bumi, dan di dokumentasikan bahwa Dia menyembuhkan, dan ini di dokumentasikan bahwa Ia mati di kayu salib dan membayar harga bagi dosa-dosa seluruh umat manusia.

ROTH  :  Jadi apa yang terjadi dengan penyakit mengerikan yang telah Anda miliki?

NASIR  :  Nah hari itu ketika program TV selesai, saya pergi berlutut. Mereka memimpin saya dalam doa. Saya meminta Yeshua untuk menjadi Adonai (Lord/ Tuhan) dalam hidup saya. Saya menemukan sebuah foto yang menampakkan wajah saya sebelum sakit dan saya mulai berdoa kepada Yeshua ini, “Bisakah Engkau membuat saya terlihat seperti ini lagi?” Saya terlihat 75 tahun. Seluruh wajahku sudah tua. Lima hari kemudian, saya bangun pukul lima pagi. Dokter berkata, “Jangan menggaruk luka-luka itu. Mereka menular.” Tapi saya melihat beberapa luka kering di bantalku. Jadi saya pasti telah menggaruk mereka di tengah malam. Saya bangkit dari tempat tidur, berdiri di bawah shower, Sid, selama satu setengah jam. Setiap luka dari atas kepalaku, wajahku, telingaku, leherku, bahuku gugur, dan meninggalkan kulit merah seperti daging mentah. Dan dokter mengatakan saya akan memiliki bercak putih. Tapi seperti yang Anda lihat, tidak ada bercak. (Nasir menunjukkan mukanya).

ROTH  :  Tidak. Jadi apakah ada keraguan dalam pikiran Anda bahwa Elohim adalah Elohim Abraham, Ishak, dan Yakub, dan bahwa Yeshua adalah Putra-Nya? Ada keraguan?

NASIR  :  Tidak diragukan sama sekali!

ROTH  :  Saya berkata kepadamu …

NASIR  :  Saya adalah saksi hidup!

              [Anita isteri Nasir jatuh sakit, metode penyembuhan, pewahyuan penyaliban Yeshua tentang penyakit]

ROTH  :  Saya yakin itu. (Berpaling kepada penonton.) Jadi akhir cerita Nasir. Dia menikahi rekannya, Anita. Mereka pergi menikah. Mereka punya banyak uang. Dan kemudian ada penurunan dalam perekonomian. Mereka menghadapi krisis ekonomi. Mereka kehabisan uang. Dan kemudian istrinya mengidap penyakit yang mematikan. Dan Nasir berpikir isterinya akan mati. Namun, Nasir telah membaca Alkitab sepanjang waktu ini dan ia memiliki berbagai macam kaset tentang penyembuhan, dan ia memutar kaset-kaset tersebut selama 7 hari 24 jam / non-stop) untuk Anita. Apa yang terjadi padanya, sebentar?

NASIR  :  Dia jatuh di luar sebuah mall, dia kejang katatonik 6 kali sehari. Mereka membawanya ke Rumah Sakit St. Michael, menempatkan 28 jarum di kepalanya, dinyatakan sebagai multiple sclerosis, dinyatakan bahwa dia akan cacat, memberi saya kateter dan kursi roda, RS berkata, “Anda bawa dia pulang. Tidak ada yang bisa kita lakukan. Tidak ada pengobatan. Dia akan kehilangan sisa organ-organ tubuhnya.” Saya tahu satu ayat Alkitab dengan sangat baik: “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus.” [Roma 10:17] Ketika dunia telah menyerah, lebih baik Anda datang kepada Yeshua. Jadi saya dapatkan kaset sebanyak yang saya bisa tentang ayat-ayat penyembuhan, ayat-ayat Alkitab yang mengajarkan tentang penyembuhan, dan saya putarkan semua itu 24 jam sehari di samping tempat tidurnya. Sebelum saya melakukan itu, saya mengambil semua teman saya, semua kerabat saya, semua tetangga saya yang tidak percaya seperti yang saya percayai, ‘menendang’ mereka keluar dari rumah.

ROTH  :  Sungguh kah?

NASIR  :  Dia tidak membutuhkan simpati. Dia tidak membutuhkan cokelat. Dia tidak membutuhkan bunga-bunga. Dia membutuhkan Firman Allah, selama dua tahun berturut-turut.

ROTH  :  Dan Anda mendapatkan itu, juga. Ini akan masuk ke Anda.
NASIR  :  Ya, kami berdua mendengarkan Firman. Firman masuk kedalam karena iman tidak datang dengan cara lain, tapi melalui pendengaran. Jadi dia mendengar Firman, mendengar Firman, mendengar Firman, membangun imannya. Tunggu sebentar, 2000 tahun yang lalu, Yeshua membawa setiap sickness dan setiap disease, termasuk multiple sclerosis. Dan jika Dia (Yeshua) telah membawanya, mengapa dia (Anita) membawa sekarang? Dia (Anita -termasuk Anda dan saya) harus mendapatkan pewahyuan tersebut, dan ketika Firman meledak di dalam dirinya, sekarang kita mulai melihat dia menjadi lebih baik dan lebih baik.

ROTH  :  Apakah itu telah meledak di dalam kamu, juga?

NASIR  :  Absolutely.

ROTH  :  Anda tahu pasti dia akan sembuh?

NASIR  :  Saya tahu pasti bahwa jika sesuatu bisa menyembuhkan dia, itu pastilah ada dari Firman Elohim.

ROTH  :  Oke. Jadi dia akan sembuh dan Nasir datang kembali, dan semuanya melakukan indah lagi, dan penyakit mencoba untuk kembali. Jangan pergi. Apa yang terjadi ketika penyakit yang akan membunuhmu, Anda sembuh dan senang, dan Anda bersukacita, dan semua orang senang, dan semuanya datang kembali; semuanya indah dan kemudian penyakit. Apa nama penyakit tersebut?

NASIR  :  Multiple sclerosis (MS) untuk Anita dan shingles (herpes zoster) bagi saya.

ROTH  :  Mereka berdua kembali? Pada Anda? (Kepada pendengar:) Mari kita cari tahu. Jangan pergi. Kami akan segera kembali, juga.

Intermezzo.
[Suami isteri kembali diserang, tips memelihara kesembuhan, saudara Nasir mati melihat Neraka]

ROTH  :  (Kepada penonton:) Halo. Sid Roth di sini dengan Nasir Siddiq dan apa yang terjadi jika saudara Anda, yang merupakan Islam fanatik yang berasal dari keluarga Islam yang sangat tinggi, nama belakang yang sama, Siddiq(i), kebanyakan Muslim yang akrab dengan itu. Khalifah pertama dari seluruh Islam punya nama belakang tersebut, dan itu adalah salah satu nenek moyangnya. Apa yang terjadi ketika Anda telah sembuh dari MS, Anda disembuhkan dari shingles yang mengancam jiwa, dan keduanya kembali? MS kepada istrinya, shingles untuk Nasir. Apa yang Anda lakukan? Apakah Anda berkata, saya kira itu tidak bekerja? Aku tidak tahu. (kepada Nasir:) Apa yang Anda lakukan?

NASIR  :  Itu akan menjadi reaksi yang normal. Perbedaannya adalah bahwa dengan Anita, ia mendengarkan Firman selama dua tahun berturut-turut, dan saya mendengarkan bersama dia Firman itu selama dua tahun berturut-turut. Dan ketika Anda memiliki banyak Firman Anda, Anda menyadari bahwa Yeshua telah membawa setiap sickness dan setiap deaseas. Jadi ketika perasaan kesemutan mulai datang kembali pada saya dengan shingles, aku segera menyadari, tunggu sebentar, ini shingles kembali atau ini perasaan kesemutan? Dan respon itu ternyata adalah perasaan kesemutan. Ini adalah gejala; hal yang sama dengan istri saya.

ROTH  :  (Kepada penonton:) Sekarang saya ingin Anda untuk mendapatkan ini sangat, sangat jelas. Ada perbedaan antara gejala dan penyakit, dan jika Anda tidak memahami hal ini, iblis bisa mengambil keuntungan dari Anda. (Kepada Nasir:) Jadi jelaskan hal ini,

NASIR  :  Baik, dengan dia (Anita), hal yang sama terjadi. Gejala-gejala MS mencoba untuk kembali. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa shingles akan ada di tubuh saya selama sisa hidup saya. Sedikit stres dan itu akan meletus lagi. Yah aku sudah stres 10 kali lebih dan itu tidak pernah bisa meletus karena saya sudah bisa mengatasi gejala-gejala-nya. Sama dengan MS, oh ya, dia baik-baik saja sekarang, tapi MS akan berada di tubuhnya selama sisa hidupnya. Tidaklah demikian. Gejala-gejala telah kembali. Tapi kita telah mampu mengindentifikasi perbedaan antara gejala dan penyakit itu. Umumnya orang Kristen, apa yang terjadi adalah bahwa gejala datang kembali dan segera responnya adalah, “Yah saya tidak sembuh, atau saya telah sembuh dan saya kehilangan itu.”

ROTH  :  Sekarang saya ingat beberapa tahun yang lalu, seorang muda Yahudi yang beriman datang kepada saya dan dia tidak membutuhkan kacamatanya lagi. Dia berdoa dan matanya normal. Hari berikutnya, ia membutuhkan kacamatanya. Dia berkata, “Roth, apa yang terjadi?” Dan aku berkata, “Saya tidak tahu.” Hari ini, aku tahu. Tetapi pada waktu itu saya katakan, saya tidak tahu. Jadi apa yang Anda lakukan ketika gejala itu kembali kepada Anda?

NASIR  :  Pertama, kita harus mengidentifikasi itu adalah gejala. Kedua, kita harus menghadapinya dengan nama Yeshua, dan otoritas yang telah diberikan kepada kita oleh Adonai (Tuhan), Yeshua Ha Mashiah. Menggunakan Nama dan menggunakan wewenang, kita mulai menghardik gejala tersebut, dan tidak membuka mulut kita dan mengakui penyakit tersebut. Sebab pada saat Anda membuka mulut Anda dan mengakui penyakit tersebut, Anda membuka pintu untuk penyakit itu datang kembali. Dan kita katakan, tidak, kita tidak akan kesana. Ini adalah gejala dan kita akan menghadapi itu sebagai gejala. Kadang-kadang orang mendapatkan sakit kepala dan mereka berpikir, penyakit saya adalah sakit kepala. Biasanya, tidak. Sakit kepala adalah akibat dari sesuatu yang lain yang sedang terjadi, dan mereka tidak pernah berurusan dengan akarnya. Yah kami sudah berurusan dengan akarnya, yang adalah penyakit. Kami tidak akan berurusan dengan itu lagi. Yesus telah membawa yang satu tersebut. Sekarang kami berurusan dengan gejala. Dan setiap kali gejala datang, kami mampu mengambil pikiran itu dan menawannya pada ketaatan kepada Kristus [2 Kor 10:5], nomor satu. Nomor dua, kita dapat menggunakan otoritas orang percaya yang Yeshus telah beri kepada kita dan (melalui) nama yang di atas segala nama (yakni Yeshua, Yahshua, Yesus), mengusir setiap gejala. [Kis 4:12; Fil 2:9-10; Wah 19:16]

ROTH  :  Anda tahu itu adalah begitu indah. Saya berharap semua orang mengerti ini. Tapi apa yang terjadi ketika saudara Anda, yang Anda kasihi, yang adalah orang Islam, mati dan berada di kamar mayat, di negara lain? Apa yang terjadi padamu, Nasir?

NASIR  :  Saudaraku, ia meninggal di Westminster Hospital di London, Inggris. Mereka mengambil mayatnya ke kamar mayat. Saya mendapat panggilan telepon. Saya dan istri saya, kami mulai berdoa, karena kita tahu ke mana dia pergi. Kita tahu persis ke mana dia pergi. Dan kami mulai berdoa, berdoa, berdoa. Dan setelah beberapa jam doa, saya mendapat telepon bahwa ia kembali hidup di kamar mayat.

ROTH  :  Aku ingin tahu apa yang mereka pikir. Dapatkah kamu membayangkan adegan itu? Maksudku, aku dapat membayangkannya.

NASIR  :  Dan mereka membawanya kembali ke unit perawatan intensif. Dan saya terbang ke Inggris, berdoa dan menumpangkan tangan atasnya. Dan dia keluar dari komanya, memberikan hidupnya kepada Yeshua, dan menggambarkan apa yang dia telah lihat. Surga adalah nyata, tetapi Sid, neraka itu nyata juga.

ROTH  :  Apa yang dia lihat?

NASIR  :  Dia melihat kebawah kepada dirinya sendiri dan ia melihat para dokter mencoba untuk menghidupkan kembali jantungnya, karena jantungnya telah berhenti berdetak. Lalu ia melihat mereka menyerah dan menutupi dia dengan selimut. Dia melihat mereka menatap ke bawah. Mereka mengambil mayatnya ke lift turun ke basement, ke kamar mayat. Lalu ia menemukan dirinya jatuh di tempat yang sangat gelap. Dan ada makhluk di sana, makhluk-mahluk jelek. Dia sulit untuk menggambarkan karena ia takut dengan mereka. Kemudian ia jatuh ke lubang yang gelap, ia melihat ke atas dan ia melihat salib. Ini adalah apa yang dia menjelaskan kepada saya. Aku berkata, “Kamu melihat Yeshua di kayu salib.” Dia berkata, “Tidak, tidak. Saya melihat diriku sendiri pada kayu salib tersebut.” Saya mengatakan, ”apa?” Dia berkata, “Itu adalah hal paling mengerikan yang pernah kulihat dalam hidupku saya tidak pernah ingin melihat itu lagi.” Saya berkata, “Kamu layak untuk berada di salib karena upah dosa adalah kematian kecuali jika kamu menerima bahwa Yeshua pergi ke salib untuk dosa-dosa kamu.” Dan ia memberikan hidupnya untuk Mashiah (Kristus).

ROTH  :  Apa yang dia pikirkan ketika dia melihat makhluk-makhluk di lubang ini?

NASIR  :  Dia membatu. Dia benar-benar membatu, ketakutan. Dia penuh rasa takut. Dia bahkan tidak mau membicarakannya, Sid. Ketika ia berbicara tentang hal itu, matanya menjadi besar dan rasanya seperti, “Saya tidak ingin berbicara tentang hal itu aku tidak ingin untuk berpikir tentang hal ini.” Neraka adalah nyata.

ROTH  :  Saya menyukai kesegaran Anda miliki ketika Anda mengajarkan tentang penyembuhan. Jawablah pertanyaan ini. Saya berdoa bagi banyak orang. Saya meletakkan tangan saya pada mereka. Saya merasakan kehadiran Elohim keluar dari saya ke mereka, dan saya berkata kalian telah disembuhkan. Dan beberapa minggu kemudian, mereka datang kembali dan mereka berkata, “’Saya tidak sembuh.” Apa yang terjadi? Kesembuhan itu telah masuk ke mereka. Aku tahu itu telah masuk ke mereka!

NASIR  :  Ada beberapa penyebab yang bisa menghentikan kesembuhan tersebut. Pertama, urapan pada Anda dan Anda masih dapat tetap sakit jika Anda tidak percaya bahwa urapan ada pada Anda. Banyak kali kami berdoa bagi orang-orang maju kedepan untuk penyembuhan dan mereka tidak jatuh. Kemudian mereka mengatakan, ”yah saya tidak jatuh, jadi saya tidak mendapatkan itu, atau saya tidak merasa, maka saya tidak mendapatkannya.” Tidak ada catatan bahwa siapa pun merasakan apa-apa. Bahkan wanita dengan masalah pendarahan hanya merasakan darah mengering. Ia tidak mengatakan ia merasakan urapan. Yeshua merasakan urapan mengalir keluar (dari diri-Nya), tetapi tidak dikatakan bahwa wanita itu merasakan urapan. Jadi mereka tidak merasakan sesuatu? Atau inilah yang paling umum. Mereka datang dengan penyakit dan itu masih pada mereka ketika mereka pergi. Dan mereka berkata, “Aku tidak mendapatkan.” Tidak, tidak. Beberapa orang disembuhkan seketika dalam Alkitab. Tetapi beberapa orang disembuhkan saat mereka berjalan. Beberapa orang yang sembuh dalam waktu satu jam. Jadi ada penyembuhan progresif dan ada penyembuhan instan. Kasus saya adalah instan. Istri saya memerlukan dua tahun. Tidak peduli apakah itu cepat atau progresif. Dia (Anita) disembuhkan. Jadi Anda dapat memiliki urapan penyembuhan di dalam Anda, yang adalah apa yang Anda lakukan ketika Anda meletakkan tangan pada mereka, dan mereka tidak mengakui bahwa urapan itu di dalam mereka dan mereka sedang disembuhkan.

ROTH  :  (Kepada penonton:) Anda tahu, Nasir telah mengatakan sesuatu yang sangat penting. Tidak peduli apakah Anda merasa itu atau tidak. Saudaranya telah melihat neraka. Dia melihat lubang ini, monster-monster mengerikan, dan ia membuat Yeshua sebagai Juruselamatnya. Jika orang Islam ini dengan latar belakang yang sangat kuat telah dapat percaya kepada Yeshua, Anda tentunya bisa melakukannya itu sekarang ini juga. Jika Anda percaya bahwa Yeshua mati untuk dosa-dosa Anda, setiap hal buruk yang pernah Anda lakukan, Dia telah meninggal untuk semua itu. Dan katakan kepada Dia bahwa Anda minta maaf untuk dosa-dosa yang telah Anda lakukan. Itu telah dicuci-Nya dan mintalah Yeshua untuk datang dan tinggal dalam diri Anda, dan ada sebagai Adonai / Tuhan dari kehidupan Anda. Jika Anda akan melakukan itu sekarang, Anda akan tahu bahwa Anda akan pergi ke Surga. Tidak mudah-mudahan, tidak saya berpikir demikian. Anda akan tahu. Mengetahui jauh lebih baik daripada di mana Anda berada sekarang.

Sekedar Catatan :
Abu Bakr Siddiq adalah penerus resmi kepemimpinan umat Islam setelah kematian nabi Muhammad, ia disebut sebagai kalip I (632-634). Abu Bakar, melalui anjuran Umar (kalip II, 634-644), memerintahkan Zayd ibn Thabit untuk mengumpulkan perkataan nabi Muhammad yang tertulis maupun dalam ingatan para pengikutnya untuk disusun menjadi sebuah kitab dikenal sebagai Kuran. Versi sejarah lainnya berkata kalip III Uthman (644-656) lah yang menyuruh Zayd ibn Thabit bertugas untuk proyek tersebut. The Origins of the Qur’an. Kalip (bahasa Arab) artinya penerus atau successor.

Kesaksian Muallaf A. Purnomo W

Share


Setelah menyaksikan kuasa Tuhan Yesus Kristus membangkitkan orang yang sudah 6 hari mati dan hidup kembali, Purnomo, W memutuskan untuk mengganti iman kepercayaannya menjadi Pengikut Yesus Kristus. Berikut ini adalah penuturannya mengenai pengalamannya tersebut:
Sebenarnya hanya sedikit sekali ayat-ayat Al Qur’an yang saya pahami sebelum bulan Mei 1993 walaupun saya telah menunaikan rukun Islam yang kelima, menunaikan ibadah Haji yang saya lakukan pada tahun 1983. Ayat-ayat Al Qur’an yang saya hafal bacaannya diluar kepala walaupun tidak paham mengenai artinya ialah ayat-ayat Al Qur’an yang selalu diucapkan pada waktu sembahyang lima waktu yaitu surat 1 Al- Faatihah yang merupakan surat hafalan wajib dan surat-surat lainnya diantaranya surat 112 Al Ikhlash, surat 113 Al Falaq, surat 114 An Naas dan surat 108 Al Kautsar.

Keinginan saya untuk mengetahui dan memahami lebih dalam lagi tentang isi buku Al Qur’an itu barulah timbul setelah Tuhan Yesus/Sayidina Rabboni Isa Al-Masih menjamah saya secara ajaib pada tanggal 6 Mei 1993 di Kupang. Karena saya tidak menguasai bahasa Arab seperti halnya sebagian besar umat Islam di Indonesia, maka saya mempelajari buku Al Qur’an yang ada terjemahan bahasa Indonesianya yaitu buku Al Qur’an Terjemahan Indonesia P.T. Sari Agung.

Keinginan saya yang sangat mendesak untuk mempelajari isi buku Al Qur’an ini disebabkan karena saya harus mencari jawaban terhadap peristiwa yang saya baru alami di Kupang dimana saya telah dijamah Tuhan Yesus (yakni Sayidna Rabboni Isa Al-Masih) secara ajaib dan saya ingin menyakinnya bahawa memang Yesus/Sayidina Isa dan bukan setan atau thogut yang telah menjamah saya secara ajaib itu.

Setelah tiga minggu saya meneliti dan mempelajari buku Al Qur’an tersebut barulah saya memperoleh pengertian yang sebenarnya tentang siapa yang dimaksudkan dalam buku Al Qur’an sebagai Allah dan siapa saja yang akan menerima pahala dan yang akan diselamatkan yang akan masuk sorga. Untuk selanjutnya perkenankanlah saya memberikan kesaksian saya bagaimana Sayidina Isa Al-Masih/Yesus telah menjamah saya.


JAMAHAN SAYIDINA ISA/YESUS YANG AJAIB.

Pada suatu hari saya harus mengantarkan seorang mitra usaha saya yang berkebangsaan Amerika, ke Kupang untuk bertemu dengan seorang yang sekitar tahun 1973 pernah mati dan hidup kembali pada hari ke enam. Orang Amerika tersebut bernama Loduvicus Alexander suami dari kemenakan istri saya yang baru bertobat dan masuk sekolah Teologia Fuller di California, USA. Dia mendapat tugas dari sekolahnya untuk membuat dokumentasi dari orang yang pernah mati dan hidup kembali tersebut dan saya bertindak sebagai penerjemahnya. Pada tanggal 5 Mei 1993 kami berdua tiba di Kupang melalui Darwin, Australia.

Di Bandara, kami dijemput oleh Urias Bait, dosen Universitas Nusa Cendana Kupang dan seorang ibu bernama M.T. Nalle Octavianus seorang pengusaha kontraktor di Kupang yang selanjutnya mengantarkan kami ke Hotel Wisma Cendana Kupang. Kami memberitahukan maksud kedatangan kami kepada mereka. Untuk maksud ini maka M.T. Nalle berusaha mencari informasi mengenai hal ihwal orang yang pernah mati dan hidup kembali tersebut.
Setelah memperoleh informasi seperlunya, maka pada petang harinya M.T. Nalle disertai beberapa orang lainnya mengantarkan kami ke So’e untuk bertemu dengan salah seorang pendeta yang tertua di pulau Timor bagian barat (NTT) yang bernama pendeta Manuian yang diharapkan mengetahui hal ihwal orang yang pernah mati dan hidup kembali tersebut. Oleh pendeta Manuian disarankan agar kami kembali ke Kupang karena orang yang pernah mati tersebut adalah seorang perempuan yang bernama Silva Obed dan suaminya bernama Lazarus tinggal di kampung Amfoang yang hanya bisa dihubungi melalui jalan laut yaitu naik motor boat atau perahu layar dari Kupang. Jika naik motor boat minimal 2 jam lamanya diperjalanan. Maka pada malam hari itu kami kembali ke Kupang.

Mengingat L. Alexander tidak sanggup melakukan perjalanan melalui laut dengan motor boat atau perahu layar karena sering mabuk laut dan muntah-muntah maka kami merencanakan untuk mencari seorang yang mengetahui alamat Silva Obed agar menjemput Silva Obed dari kampung Amfoang dengan motor boat yang akan kami charter atau sewa.

Esok harinya tanggal 6 Mei 1993, kami mendapatkan informasi dari G.J. Koamesah-Rondo, sahabat dari Urias Bait bahawa Silva Obed beserta suaminya sering singgah di rumah adiknya yang bernama Richard Rondo, yaitu pada waktu-waktu Silva Obed melakukan perjalanan melayani Tuhan di Kupang. Oleh sebab itu pada petang harinya rombongan kami datang mengunjungi rumah Richard Rondo di Bakunase yang terletak di pinggir kota Kupang dan kami diterima diruang depan yang telah dilapisi oleh tikar disamping adanya beberapa kursi. Kepada Richard Rondo kami jelaskan maksud kedatangan kami dan memohon bantuannya agar dia dapat menjemput Silva Obed beserta suaminya dengan motor boat sewaan yang biaya perjalanannya kami sediakan sejumlah Rp. 1,000,000 – (satu juta rupiah).

Richard Rondo merasa perlu untuk menceritakan peristiwa mujizat yang dialami oleh Silva Obed dan suaminya Lazarus pada sekitar tahun 1973. Keluarga Lazarus adalah petani miskin yang hanya hidup dari bercocok tanam. Pada suatu hari setelah mereka berdua selesai bekerja diladang dan hendak berangkat pulang ke rumahnya Silva Obed mendengar suara Tuhan yang berpesan bahwa ia akan mati pada keesokan harinya tetapi akan dipakai Tuhan untuk melayani orang-orang disekitarnya untuk memberitakan khabar keselamatan dan agar orang-orang tersebut bertobat karena sebagian besar dari mereka belum mengenal Tuhan. Oleh sebab itu jika Silva Obed mati maka ia tidak boleh dikuburkan dan merupakan tugas suaminya untuk hanya membaringkannya di bale-bale dan dijaga selama lima hari dengan berdoa terus-menerus. Ternyata Silva Obed benar-benar meninggal dunia pada keesokan harinya dan Lazarus segera melaporkan ke RT/RW mengenai suara yang hanya didengar oleh isterinya dan yang berpesan kepadanya untuk tidak dikuburkan bila ia mati karena ia akan dibangkitkan kembali pada hari ke enam.

Tentu saja peristiwa ini menggemparkan masyarakat Amfoang terlebih lagi setelah tiga hari dibaringkan di bale-bale dan suaminya terus-menerus berdoa disampingnya, tubuh Silva Obed mengeluarkan cairan yang sangat busuk baunya sehingga lurah memerintahkan kepada Lazarus untuk segera menguburkan Silva Obed istrinya itu agar tidak terjadi kehebohan di kampung Amfoang.

Walaupun lurah dan camat mendesak agar Silva Obed segera dikuburkan tetapi suaminya Lazarus tetap tidak mau melaksanakannya karena dia sudah berjanji kepada isterinya untuk melaksanakan pesan Tuhan sampai Silva Obed dibangkitkan pada hari ke enam. Akhirnya lurah dan camat dapat memahami sikap Lazarus, tetapi tetap memperingatkannya, kalau pada hari ke enam Silva Obed tidak hidup kembali harus dikuburkan. Ternyata pada hari ke empat cairan yang keluar dari tubuhnya mulai berhenti dan bau busuknya mulai berkurang dan pada hari ke lima keadaan tubuhnya sudah tidak basah lagi dan tidak lagi mengeluarkan bau busuk. Pada hari ke enam di pagi sekitar jam 04.00 waktu setempat terjadilah keajaiban dan mujizat yang menakjubkan Silva Obed bangkit dan hidup kembali sedangkan suaminya masih tertidur disamping bale-bale, yang menunggu dengan setia.

Akhirnya masyarakat turut kagum dan mengucap syukur atas peristiwa yang sungguh ajaib itu. Sejak itu Silva Obed, walaupun buta huruf dapat memberitakan firman Tuhan sesuai Alkitab dalam bahasa asli daerah Timor dan melayani Tuhan, disertai suaminya menyiarkan berita keselamatan bagi penduduk sekitarnya sampai ke Kupang.

Kemudian lima tahun yang lalu, sekitar tahun 1988 Silva Obed beserta suaminya untuk pertama kalinya singgah di rumah Richard Rondo dan pada saat itulah putri dari Richard Rondo yang bernama Gloria Pricila menerima anugerah berupa karunia penglihatan, karunia pendengaran dan bahkan dapat memahami keseluruhan isi AlKitab walaupun anak perempuan tersebut baru berusia 11 tahun. Demikianlah cerita singkat yang disampaikan oleh Richard Rondo kepada kami tentang Silva Obed dan suaminya Lazarus dan anugerah karunia yang diterima putrinya Gloria Pricila.

Setelah itu Richard Rondo beserta seluruh keluarganya termasuk Gloria Pricila memohon diri kepada kami untuk melakukan doa di ruang dalam. Suara nyanyian pujian terdengar dari ruang dalam sampai ruang depan dimana kami berada. Dan untuk pertama kalinya saya baru mengetahui bahwa sebelum orang Kristen berdoa, mereka mengangkat lagu pujian terlebih dahulu. Setelah selesai berdoa Richard Rondo keluar dari ruang dalam diikuti seluruh keluarganya sambil berseru bahwa Roh Kudus akan mengarahkan Silva Obed dan suaminya berangkat dari Amfoang ke Kupang keesokan harinya. Tentu saja berita ini merupakan berita yang aneh bagi saya, lalu segera saya tanyakan kepada Richard Rondo apa yang dimaksudkannya dengan Roh Kudus yang akan mengarahkan mereka dari Amfoang ke Kupang dan siapa Roh Kudus itu? Kemudian Richard Rondo sekali lagi menjelaskan kepada saya bahwa melalui berita Tuhan yang diterima Gloria Pricila maka Roh Allah akan menggerakkan mereka untuk datang ke Kupang dan dijelaskan juga bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri.

Setelah dengar terheran-heran saya mendengarkan penjelasan Richard Rondo maka saya terjemahkan berita itu kepada L. Alexander dan diapun tertawa sambil berkata bahwa hal ini adalah peristiwa yang luar biasa karena walaupun tidak ada hubungan telepon tetapi berita yang begitu cepat telah dapat disampaikan melalui Roh Kudus.

Kemudian Richard Rondo memohon lagi untuk berdoa mengucap syukur karena Roh Kudus telah campur tangan menuntun Silva Obed dan suaminya untuk datang ke Kupang. Tetapi kali ini acara doa tidak dilakukan diruang dalam melainkan tetap dilakukan diruang depan, dimana kami semua berada. Karena mereka semua akan berdoa, sedangkan saya bukan orang Kristen maka saya bersiap-siap untuk keluar ruangan dan pandangan mata saya menuju ke luar yang ternyata hari sudah malam dan gelap. Pada waktu saya ragu-ragu untuk keluar karena di luar sangat gelap maka Richard Rondo menawarkan kepada saya untuk tinggal saja di ruangan itu dan duduk di ujung ruangan yang ada kursinya. Sayapun langsung duduk di kursi yang ada di sudut dan mengamati dengan tenang apa yang akan mereka lakukan dalam doa tersebut. Setelah itu Richard Rondo memulai memimpin doa syukur dengan terlebih dahulu mengangkat lagu-lagu pujian dan penyembahan. Baru saja Richard Rondo memulai dengan doanya maka sekonyong-konyong Gloria Pricila yang mempunyai karunia penglihatan dan pendengaran mengucapkan dengan lantang sambil memejamkan matanya dengan kepala tertunduk kebawah banyak malaikat turun ke ruangan itu bahkan ruangan itu hampir penuh dengan malaikat. Dengan adanya berita mengenai turunnya malaikat maka seluruh hadirin yang ada di situ menundukkan kepalanya dan satu orangpun tidak ada yang berbicara kecuali Gloria Pricila yang terus menyebutkan tentang kehadiran para malaikat.

Selanjutnya Gloria Pricila memberitahukan bahwa Yesus/Sayidina Isa telah datang dan berada di tengah-tengah mereka, kemudian seluruh hadiran secara serempak sujud dengan mukanya dirapatkan ke lantai tikar. Saya yang sejak tadi mengamati dan ikut mendengar semua ucapan Gloria Pricila sebenarnya takjub melihat semua yang terjadi dan saya terus melihat ke atas dan ke sekeliling ruangan dengan harapan saya dapat melihat Yesus dan para malaikatNya, tetapi saya tidak melihat apa-apa kecuali yang saya lihat hanyalah seluruh hadirin sujud dengan muka merapat ke lantai dan Gloria Pricila yang duduk dengan menundukkan kepalanya dan terus mengucapkan tentang kehadiran Yesus. Sementara itu Yesus menghampiri L. Alexander dan memberkatinya karena dia akan membuat dan menyusun dokumentasi mengenai kuasa Tuhan yang hidup yang dinyatakan melalui peristiwa ajaib yang dialami oleh Silva Obed agar orang-orang di Amerika tahu bahwa Tuhan menyatakan kuasaNya sampai sekarang.

Setelah Yesus/Isa A.M. memberkati L. Alexander maka Yesus berjalan ke tengah-tengah ruangan kemudian melihat saya yang sedang duduk di sudut ruangan. Saya terkejut ketika Gloria Pricila menyebut nama saya, maka saya terus mengamati Glori Pricila yang tetap menundukkan kepalanya ke bawah dengan mengucapkan apa yang dilakukan oleh Yesus/Sayidina Isa a.s. Sambil memandang saya Yesus/Isa datang menghampiri saya dan berdiri di hadapan saya sedangkan saya tetap mengamati Gloria Pricila sambil sekali-sekali melihat ke sekeliling saya dengan harapan saya dapat melihat Baginda. Tetapi ternyata saya tetap tidak melihat apa-apa. Setelah Yesus/Sayidina Isa berdiri di hadapan saya maka Yesus/Sayidina Isa membuka telapak tangan kanan yang menunjukkan angka sepuluh, kemudian membuka telapak tangan kiri yang menunjukkan huruf tanda tanya yang besar. Sejenak Yesus/Isa A.M. memperhatikan telapak tangan kiri tersebut, kemudian Yesus menutup kembali telapak tangan kanan yang di susul dengan menutup telapak tangan kiri.

Segera setelah telapak tangan kiri ditutup maka terasa ada benda yang jatuh di atas kepala saya sehingga saya berusaha menoleh ke atas untuk mengetahui apa gerangan yang terjatuh di atas kepala saya, tetapi ternyata saya tidak bisa menggerakkan kepala saya bahkan tangan saya yang ingin meraba kepala saya pun seolah-olah terikat tidak bisa bergerak. Kemudian benda yang terjatuh di atas kepala saya tersebut lambat laun terasa merupakan pegangan tangan yang mencengkeram kepala saya yang pegangannya makin lama makin keras sehingga mulai terasa sakit dan seolah-olah kuku jarinya di tekankan di kepala saya. Di saat itu saya mulai takut karena saya telah merasakan ada sentuhan dan pegangan yang dengan kuatnya mencengkeram kepala saya tetapi wujud tubuhnya sama sekali tidak kelihatan. Sementara itu Gloria Pricila tetap menyebutkan bahwa Yesus berdiri di hadapan saya. Saya mulai berfikir apa gerangan kehendak Yesus/Isa untuk menyakiti kepala saya.

Kemudian terlintas di pikiran saya yaitu jika yang mencengkeram kepala saya hingga terasa sakit sekali ialah Yesus maka saya akan berserah diri kepada Yesus. Oleh sebab itu saya berbisik di dalam hati saya demikian: “Jika memang Engkau Yesus atau Sayidina Isa yang berdiri di hadapanku dan mencengkeram kepalaku hingga terasa sakit sekali ini maka aku akan menyerahkan diriku kepadaMu.” Segera setelah bisikan saya selesai saya ucapkan, maka saya merasakan bahwa cengkeraman tangan Yesus/Isa Al-Masih dilepaskan dan beban sakit pun hilang hingga perasaan lega pun timbul. Tetapi ternyata Yesus masih berdiri di hadapan saya dan sekali lagi membuka telapak tangan kanan yang menunjukkan angka sepuluh dan menyusul membuka lagi telapak tangan kiri yang tadinya menunjukkan huruf tanda tanya besar tetapi sekarang juga menunjukkan angka sepuluh, kemudian Yesus menumpangkan tanganNya ke atas kepala saya dan saya diberkati. Setelah itu, Yesus pergi dari ruangan itu di ikuti oleh seluruh malaikat.

Sementara itu saya menjadi gelisah karena memikirkan pernyataan saya yang berserah diri pada Yesus. Mengapa harus saya nyatakan demikian, padahal saya bukan orang Kristen, selain itu sayapun merasa telah mengkhianati agama saya sehingga keadaan saya pada saat itu disamping merasa lega karena dibebaskan dari cengkeraman tangan yang menyakitkan sekaligus berada dalam pikiran yang kacau balau.

Setelah seluruh malaikat meninggalkan ruangan itu maka para hadirin tidak lagi sujud tetapi kembali duduk seperti semula dan semua pandangan mata mereka tertuju pada saya, sedangkan Richard Rondo langsung bertanya kepada saya mengapa huruf tanda tanya yang besar di telapak tangan kiri berubah menjadi angka sepuluh. Pada saat itu saya sebenarnya berada dalam keadaan yang tertekan karena mempunyai perasaan bersalah sebagai telah mengkhianati agama saya (Islam). Saya pun langsung menanyakan kepada Richard Rondo tentang arti angka sepuluh yang dijawabnya bahwa angka sepuluh adalah angka yang tertinggi bagi orang Kristen. Kemudian saya pun menceritakan apa yang terjadi terhadap diri saya pada waktu Gloria Pricila menyebutkan bahwa Yesus/Isa A.M. menutupkan telapak tangan kiri. Dia tetap berdiri di hadapan saya, dan pada waktu itu terasa ada yang mencengkeram kepala saya sampai terasa sakit sekali yang baru dilepaskan dari cengkeraman tangan tersebut setelah saya mengucapkan dalam hati saya bahwa saya menyerahkan diri saya pada Yesus/Sayidina Isa. Dan dengan keterangan saya tersebut Richard Rondo berseru: “HALELUYA, Pak Purnama telah menerima Yesus.”

Langsung saya menjawab bahwa saya tidak menerima Yesus karena saya sendiri tidak begitu menyadari mengapa keluar dari hati sanubari saya ucapan bahwa saya berserah diri kepada Yesus/Isa A.M. dan ternyata pernyataan tersebut telah membebaskan saya dari cengkeramanNya yang dahsyat. Dalam keadaan perasaan yang gelisah saya minta agar kami segera pulang ke hotel karena saya merasa letih dan perlu istirahat.

Keesokan harinya sekitar jam empat pagi waktu setempat saya telah bangun dan bermaksud melakukan sembahyang subuh. Tetapi pada saat itu terlintas dalam ingatan saya peristiwa yang terjadi terhadap diri saya kemarin malam tentang bagaimana dahsyatnya tangan Yesus/Isa mencengkeram kepala saya dan masih terngiang-ngiang ucapan Richard Rondo bahwa saya telah menerima Yesus. Oleh sebab itu timbul perasaan takut kalau-kalau Yesus/Isa datang lagi sedangkan saya hanya seorang diri berada di kamar hotel. Setelah berfikir sejenak maka saya tetap berniat untuk melakukan sembahyang subuh dan langsung mencari sajadah saya (Tikar sembahyang dari bahan permadani) yang seingat saya, saya letakkan di atas kursi hotel. Tetapi sajadah tersebut setelah saya cari di kursi, kemudian dalam kopor dan dalam lemari pakaian ternyata tidak saya ketemukan. Menurut hemat saya tidak mungkin sajadah itu hilang begitu saja, tentunya ada orang yang menyembunyikannya. Pikiran saya segera tertuju kepada L. Alexander bahwa dialah yang menyembunyikan sajadah saya tersebut karena dia pernah mengatakan mengapa saya harus mencari arah kiblat terlebih dahulu sebelum melakukan sembahyang. Hal ini dikatakan pada waktu di Darwin ketika dia masuk ke kamar saya di hotel sewaktu saya sedang mencari arah kiblat dengan mempergunakan kompas.

Dia juga mengatakan bahwa jika orang Kristen melakukan sembahyang atau berdoa mereka bebas menghadap kemana saja tidak terikat oleh suatu arah, oleh sebab itu dia merasa sedih melihat saya karena harus bersusah payah menentukan arah kiblat terlebih dahulu sebelum melakukan sembahyang. Perkataan L. Alexander tersebut sangat menyinggung perasaan saya dan langsung saya katakan kepadanya agar jangan sekali-kali menyinggung agama saya dan jika dia sekali lagi mengatakan hal yang demikian maka saya akan pulang ke Jakarta dan dia saya persilahkan mencari penerjemah lainnya.

Karena pengalaman itu saya telah mencurigai L. Alexander, maka saya segera keluar dari kamar saya dan menuju kamar L. Alexander yang letaknya tidak jauh dari kamar saya dan langsung mengetuk-ngetuk pintunya. Sambil terkejut dia terbangun dan bertanya “Mengapa membangunkan saya sepagi itu?” Kemudian saya bertanya apakah dia yang menyembunyikan sajadah saya dan dia menjawab bahwa sejak saya pernah marah karena pembicaraan arah kiblat, maka sejak itu dia tidak pernah lagi masuk ke kamar saya maupun mengambil sesuatu termasuk sajadah saya. Oleh sebab itu sayapun segera melaporkan kepada reseptionist hotel dan mengajukan keluhan bahwa barang saya dikamar ada yang hilang. Kemudian reseptionist menanyakan kepada saya “..barang apakah yang hilang dari kamar anda?” Saya jawab bahwa sajadah saya hilang dari kamar. Lalu sambil menertawakan saya, reseptionist itu berkata bahwa dihotel ini tidak pernah terjadi peristiwa kehilangan uang ataupun barang lainnya dari kamar tamu apalagi sajadah yang tidak ada nilainya.

Mendengar bahwa sajadah saya tidak ada nilainya, maka saya pun tersinggung lalu marah dan membentak reseptionist tersebut sambil berkata bahwa sajadah tersebut sangat tinggi nilainya karena dipergunakan untuk sembahyang. Melihat keadaan saya yang marah itu maka reseptionist tersebut segera meminta maaf dan berjanji akan mencarinya dengan jalan menanyakan seluruh karyawan yang bekerja di hotel tersebut. Dan ternyata setelah staf hotel mencarinya maka tidak seorangpun yang mengambil dan melihat sajadah saya.

Kemudian pada siang harinya kami datang kerumah Richard Rondo untuk menanyakan berita selanjutnya mengenai Silva Obed dan suaminya. Richard Rondo mengatakan bahwa telah diterima berita melalui Gloria Pricila bahwa pagi sewaktu Silva Obed dan suaminya bersiap-siap untuk berangkat dari kampung Amfoang ke Kupang mereka telah di tahan oleh keluarga yang anaknya sedang menderita sakit jiwa dan meminta agar Silva Obed menyembuhkan anaknya yang sedang sakit jiwa tersebut supaya dapat kembali waras. Oleh sebab itu kedatangan Silva Obed ke Kupang mengalami penundaan dan baru diharapkan sampai ke Kupang setelah beberapa hari kemudian.

Ketika saya memberitahukan kepada Richard Rondo bahwa saya telah kehilangan sajadah pada pagi ini, dia pun memberi komentar bahwa karena saya sudah menerima Yesus/Isa A.M. maka saya tidak perlu lagi sembahyang di atas sajadah tersebut oleh sebab itu saya pun tidak perlu memiliki sajadah. Justru komentar itu yang membuat saya gelisah dan keinginan yang begitu mendesak untuk mengetahui siapa Yesus/Sayidina Isa A.M.itu sebenarnya yang telah mencengkeram kepala saya dengan dahsyat.

Karena tertundanya kedatangan Silva Obed beserta suaminya ke Kupang, maka saya putuskan untuk segera pulang ke Jakarta dan memberitahukan L. Alexander agar tinggal saja di Kupang menunggu sampai tibanya Silva Obed dan suaminya sedangkan penerjemah sebagai ganti saya dapat dilakukan oleh Urias Bait Dosen dari Universitas Nusa Cendana Kupang yang telah bersedia bertindak sebagai penerjemah. Tetapi karena perasaan solider terhadap saya maka kami sama-sama pulang ke Jakarta, tetapi kemudian L. Alexander pergi lagi ke Kupang setelah Silva Obed dan suaminya tiba di Kupang.

Segera setelah saya berada kembali di Jakarta, saya mulai mencari informasi untuk mengungkapkan siapa sebenarnya Yesus/Isa Al-Masih itu. Kepada teman-teman saya, saya ceritakan peristiwa terhadap diri saya di Kupang dan pada umumnya mereka mengatakan bahwa saya telah dijamah oleh setan-iblis bahkan ada yang menertawakan saya karena menurut kata mereka Yesus/Sayidina Isa A.M. adalah nabi Isa AS yang sudah lama meninggalkan Dunia.

Akhirnya saya memutuskan untuk menelitinya dari buku Al Quran dengan pemikiran bahwa jika di dalam buku Al Quran tidak dapat diungkapkan siapa sebenarnya Isa Al-Masih/Yesus itu maka yang menjamah saya memang setan-iblis tetapi, jika dari kitab Al Quran dapat diungkapkan siapakah Yesus/Sayidina Isa A.M. itu maka saya percaya dan yakin bahwa yang menjamah saya di Kupang pada waktu itu adalah benar-benar Yesus/Isa Al-Masih dan saya akan konsekwen berserah diri kepadaNya.

AYAT-AYAT AL QUR’AN YANG MENYELAMATKAN

Mulai dari tanggal 12 Mei 1993 saya mulai dengan intensif mempelajari buku Al Qur’an terjemahan Indonesia, terbitan PT. Sari Agung, tertanggal 2 Oktober 1991. Saya mempelajari Al Qur’an dengan ada terjemahan bahasa Indonesianya karena saya sendiri tidak menguasai bahasa Arab. Setelah lebih seminggu saya pelajari dengan intensif amak saya menemukan ayat Al Qur’an yang menyatakan bahwa Isa Putra Maryam diberkati dengan pelbagai mujizat. Oleh sebab itu, Dia dapat menyembuhkan orang buta, orang sakit lepra dan menghidupkan orang yang sudah mati.

Pada saat itu pula saya merasa sakit kepala dimana rasa sakitnya hampir menyamai rasa sakit pada waktu kepala saya dicengkeram oleh tangan Yesus/Sayidina Isa Al-Masih di Kupang. Maka saya segera berdoa dan memohon kepada Isa A.S. agar Dia menyembuhkan sakit kepala saya karena menurut saya Al Qur’an Dia dapat menyembuhkan penyakit yang lebih berat lagi yaitu lepra. Tetapi doa saya tidak terkabul karena rasa sakitnya masih tetap saja. Kemudian untuk kedua-kalinya saya berdoa dan rasa sakitnya tetap saja bahkan sakitnya lebih parah. Akhirnya saya berpikir mungkin cara berdoa saya yang salah dan terlintas dalam ingatan saya bahwa pada waktu di Kupang orang-orang Kristen berdoa dengan menyebut nama Yesus yaitu nama Sayidina Rabboni Isa Almasih. Oleh sebab itu untuk ketigakalinya saya berdoa tetapi sekarang dengan menyebut nama Yesus Kristus dan memohon kepadaNya untuk kesembuhan sakit kepala saya. Segera setelah ucapan doa saya selesai, maka sakit kepala saya terasa diangkat perlahan-lahan sehingga sakitnya pun hilang sama sekali dan terasa seluruh tubuh dipulihkan kembali sehingga menjadi segar bugar. Air mata saya berlinang karena saat itulah saya yakin bahwa nama Yesus itu adalah nama Dia yang hidup, yang telah mendengarkan doa saya.

Kemudian saya terus mempelajari ayat-ayat- Al Qur’an sampai saya menemukan ayat-ayat- Al Qur’an yang sangat menentukan bagi saya untuk menerima Yesus dan penelitian saya berakhir pada tanggal 28 Mei 1993 dengan diketemukannya ayat-ayat penting yang perlu saya ketahui antara lain ayat-ayat yang menyatakan:
- Al Qur’an adalah bagian dari Alkitab (Az Zukruf ayat 4)
- Al Qur’an membenarkan berlakunya Taurat dan Injil (surat-surat Al Baqarah, Ali Imraan, An Nisaa, dll)
- Al Qur’an ditujukan untuk bangsa Arab yang berbahasa Arab (Fushshilat ayat 3)
- Muhammad bukan penolong dan penyelamat melainkan seorang yang memberi peringatan (Az Zumar ayat 19. Al Baqaroh ayat 119)
- Atas perintah/firman Allah, Isa Almasih putra Maryam adalah orang yang paling atas kedudukannya di dunia dan akhirat. (Ali Imraan ayat 45)
- Umat Nasrani/Ahli Kitab yang beriman masuk syurga (Al Maidah ayat 65)

Kemudian setelah ditemukan ayat yang sangat menentukan bagi saya yaitu:
- Isa Almasih adalah petanda bagi kiamat, oleh sebab itu ikutlah dan taatlah kepada Isa Al-Masih karena inilah jalan yang lurus. (Az Zukhruf ayat 61 dan ayat 63),

Maka saya ambil keputusan bahwa yang menjamah saya di Kupang dengan dahsyat adalah Yesus/Sayidina Isa Al-Masih Oleh sebab itu saya konsekwen menerima Yesus dengan sukacita dan akhirnya telah dibaptis pada tanggal 30 Mei 1993.

Ditulis oleh Alvin Andreas Chandrawinata